Sabtu, 27 Agustus 2016

Menang Lomba (lagi) Part 2

Alhamdulillah.
Aku nggak nyangka, beberapa kerja keras terbayar dengan hasil yang lumayan menggiurkan. Wkwk.
Ah, kegembiraan ku kali ini nggak datang cuma dari satu lomba aja, bayangkan. Bukannya sombong sih, cuma pengin berbagi kebahagiaan dan nularin semangat. Siapa tahu jadi ketularan dan bisa ikutan semangat buat cari gratisan dengan berkarya. Et dah. Hahah!



Baca juga: Menang Lomba (lagi)

Pertama, dikejutkan dari hasil lomba foto yang diadakan oleh ZenTalk di forum ASUS, kebetulan gue ikutan jadi member disana dan banyak banget event-event keren yang seriiing banget diadain. Yaah, secara naluri, gue pengin aja ikut, awalnya sih tertarik lombanya, kedua tentu saja hadiahnya ohoho. Walaupun ada juga beberapa yang gue nggak ikutan padahal menarik karena emang menurut gue kalau ikut bisa kalah dan gue payah juga dibidang tersebut. Ehehe, milih milih koe, Nof. Oh ya jelas lah. Kalau nggak pilih-pilih nanti bisa-bisa kalah, wkwk. Jadi selama ini... hush apasih.

Baca juga: Rejeki Giveaway

Kedua, sama juga nih. Lagi-lagi dari lomba foto di ZenTalk di forum ASUS. Eleeeh, Nof. Mborong apa doyan? Dua-duanya. Ya mborong, ya gratisan, ya senang lah hatiku jadinya. HAHA! Ketawa songong. Dasar sombong, ampuni Nofi ya Allah.

Juara berapa deh, Nof?

Widih..
Ya juara satu lah, yang namanya juara itu ya pasti pertama. Wakaka. Siapa bilang, kene tak dulang sega. Hih! Alhamdulillah maksudnya, alhadulillah Nofi juara pertama semua di semua lomba foto diatas. Terima kasih ya Allah. Terima kasih para juri.

Jangan-jangan jurinya naksir kamu kali, Nof.
Wedew..
NGGAKLAH! Apaan coba... Cinta karena lomba? Omong kosong. 
Heh, tapi cinta datang dari mana saja, lho.
Hm.. Iya iya, tapi ya enggak gitu juga kalee. Mungkin emang karya gue aja yang bagus dimata juri, jadi mereka cinta sama karya gue bukan sama gue! Hoe. Plis.

Tapi kenapa bisa juara lomba foto terus yang menang, Nof?
Suka foto? Bisa jadi.
Suka motret? Ya.. biasa aja, cuma sekedar suka, enggak lebih, enggak menekuni, dan aku lebih suka motret apa yang pengin aku potret (yaiyalah). Tentu saja gue nyari lomba foto yang sesuai minat foto gue, wahaha. Jadi milih-milih juga!
Dasar!
Walaupun menang lomba foto terus, tapi gue masih tetep lebih menekuni dunia desain, sih. Karena minat gue bisa dibilang 80% di bidang desain daripada fotografi.
Mungkin juga karena keterbatasan alat (kamera) jadi yaa motret pake hape seadanya. Tcakep!

Masih ada lagi, sih. Satu lagi, mungkin dua lagi yang masih dalam proses perlombaan. Haha. Doakan menang ya, kawan. Siapa tau kalian kecipratan hadiahnya. Aamiin.

Orang Itu

Dari sekian banyak orang, cuma orang itu yang selalu bikin aku down dan iri. Bukan karena apa, cuma karena dia terlalu keren dan sarkastis aja. Sindirannya, pola pikirnya, apa apa tentang dia aku selalu tertarik, tapi aku benci juga. Benci sama cinta beda tipis sih ya. Dia keren, walaupun nggak pantes dijadikan panutan sih. Karena kalau ngomongin akhlak hmm jangan ditanya, dia jauh dari hal hal berbau gituan. Walaupun gue sendiri juga masih banyak berlumur dosa.

Sebenernya aku agak kesel sama diri sendiri yang entah kenapa ngak bisa kayak dia dalam menghasilkan karya, huhu. Karena bisa dibilang, dia punya style yang lucu, keren dan kreatif lah. Aku mah apa ya, cuma bisa niru style orang dan baru bisa bikin style sendiri. Jujur aja, aku emang bukan orang yang terlalu bisa menciptakan sesuatu yang baru tanpa melihat (referensi). Dan gue bener-bener nggak suka diri gue sendiri yang seperti ini. 

Tapi walaupun begitu, gue nggak niru persis. Yang namanya referensi itu kan bahan acuan jadi bukan berarti menjiplak. Tapi kayaknya juga, orang itu selalu menganggap karyaku sebagai karya yang enggak kreatif, jiplakan, ga pantes lah buat dibilang desainer atau apalah itu. Ya, aku sendiri nggak ngarep dibilang desainer atau sebutan lain yang keren-keren gitu. Ga pantes.

But, its ok. Aku gamasalah. Orang itu sibuk ngejudge juga nggak mempengaruhiku walaupun sempet terpengaruh dikit sama omongannya sih. Setiap kali dia nulis PM, status, atau apalah yang bau baunya ada gue, sejujurnya aku ini peka. Hoho. Tapi ngga aku gubris dan pura-pura nggak ngerti aja lah. Daripada tambah runyam dan aku males berhadapan sama orang kayak dia. Pastilah gue yang kalah. Seakan dia bilang, "can you see 'fuck you' in my smile?" gitu.

Sekian keluhan saya.
Salam mbesengut.

Tips Handmade Tipografi Rian Nofitri

Tipografi itu apa? Tulis menulis. Benar, tapi apa cuman itu? Kurasa enggak.



Tipografi juga mempelajari layout, warna, tata letak, huruf, ikon, ilustrasi dan lainnya. Enggak cuma sekedar menulis. Kalau gitu, dari TK juga udah diajarin menulis. Btw, gue sendiri sekarang lebih fokus ke handmade font yang berbasis digital typography. Digital typography yang gue tekuni mulai dari sketsa manual juga, di scan, tracing, coloring lalu finishing. Mudah aja. Tapi, kalau gue sekarang mencoba buat langsung handmade font di digital. Jadi, nggak perlu lagi yang namanya sketsa manual. But, manual is still important. Basicmu harus diasah dulu di manual baru bisa jago memperkirakan di digital. Enggak jarang kan kalian temui tipografi manual yang kerennya luar biasa. Realis abis. Ribbon-ribbon yang melambai, huruf tegak bersambung yang cantik, warna yang elegan dan masih banyak lagi.

Kira-kira ada tips nggak ya buat bikin tipografi yang keren itu?

Ada sih beberapa, contohnya:

1. Referensi

Referensi itu hal penting pertama buat kamu kamu semua dalam memulai hal baru yang ingin kalian pelajari. Referensi nggak harus dari internet buat kalian yang nggak ada kuota, bisa lihat-lihat di jalan, di cafe (kan bayak tuh papan nama keren-keren bergantungan di kafe), di toko, di buku atau dimanapun tempat yang memenuhi standar referensi yang kamu butuhin.

2. Latihan skill

Kayak battle game, sebelum mencet tombol ‘Play’ kemungkinan kamu bisa preview skill dan latihan dulu disana. Kenapa? Karena bisa lebih mateng dong buat nyerang lawan. Sama halnya dengan menulis tipografi yang diinginkan, kamu pengin nulis huruf-huruf latin kayak para master typo tapi nggak mungkin langsung simsalabim jadi bagus. Walaupun mungkin ada beberapa dari kalian yang diberkahi bakat awesome, sekali gores langsung keren, tapi nggak ada salahnya lho untuk latihan.

3. Always try

Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi, gagal, coba lagi. Sampai bagus, sampai dapet tipografi yang kamu pengin, sampai kelihatan keren, sampai diakui masyarakat, sampai kamu punya ciri khas sendiri untuk tipografimu.

4. Ciri khas

Perlu banget nih, karena setiap orang terkenal pasti memiliki identitas yang mereka ciptakan melalui ciri khas mereka masing-masing. Entah dari gambarnya, tulisannya, style menulisnya, warnanya, gayanya, cara megang pensilnya, cara nulisnya, cara duduknya atau entahlah, banyak banget! Dengan ciri khas, maka orang lain lebih bisa mengenali diri kamu (terutama karyamu).

5. Ikut event

Cari pengalaman, ikutan lomba. Cari temen, ikut kopdar. Cari duit, ikut lomba. Cari pengetahuan, ikutan meetup. Cari saingan, ikutlah lomba. Cari guru, ikut kopdar. Cari stuff gratis, ikut lomba. Cari kursus gratis, ikutan meetup. Pengen punya duit, temen, saingan dan belajar bareng? Ikut meetup yang lagi ngadain live lomba tipografi.

6. Sharing

Tunjukkan karyamu ke media sosial, ke temen-temenmu, untuk cari masukan dan share kesulitan serta apapun yang menjadi kendala untuk menjadi lebih bagus lagi. Media sosial itu penting sebagai sarana ajang pameran karya secara gratis dan legal. Banyaaak orang sukses dan terkenal melalui media sosial kan. Seperti nomer lima, sering-sering ikut event kayak meetup (kopdar) bareng temen-temen sesama penyuka tipografi. Disana pasti banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa menambah skill menulis kamu. Nggak harus di bangku sekolahan belajar menulis itu, bareng komunitas tipografi juga asyik. Dengan sharing, maka kedepannya diharapkan karyamu bakal lebih bagus. Itung-itung cari item yang bisa ningkatin kemampuan menulis.

7. Istiqomah

Apa itu istiqomah? Yaitu, konsisten. Yap, perlu banget yang namanya konsisten. Konsisten adalah jalan menuju sukses. Dengan konsisten ini, orang-orang akan menilai kamu sebagai pribadi yang produktif dan mau berkembang. Konsisten juga mengajarkan kamu nilai-nilai proses dalam menghadirkan karya-karya bagus. Konsisten itu juga bisa dibilang kalau menghasilkan karya bagus itu nggak sebentar, butuh waktu dan belajar. Jadi, karyamu nggak bagus secara instan, pun nggak hilang secara instan juga. Contoh simplenya, kayak artis Briptu N*rman itu tuh, yang terkenalnya secara instan, eh hilangnya secara instan juga dari sorotan kamera wartawan.

8. Berkembang

Teruslah memupuk karyamu dengan sesuatu yang baru tanpa harus merubah ciri khas desainmu. Gimana maksudnya? Jadi, kayak gue sekarang mungkin ya, ahee. Dulu sukanya ngedoodle, tapi style doodleku nggak berubah sampai sekarang dan terus berkembang dengan cirik khas ‘detail’ yang njelimet dan nggak jelas bentuknya. Dan sekarang alih alih pindah ke tipografi yang dulunya males banget gambar huruf di sekolah, tapi nggak meninggalkan ciri khas warna-warna terang yang jadi warna andalan setiap karyaku. Tentu masih ada aksen doodlenya, coret-coret dan goresan brush digitalnya juga masih terkesan ‘aku banget’ dan itulah yang membuat karya-karyaku beda dengan yang lain walaupun banyak yang serupa.

9. Fight

Dan, jangan lemah terhadap nasehat, kritik, caci maki segala macam yang bikin mental kamu down. Take it slow, mungkin mereka benar, jadi kamu harus bisa mengoreksi diri sendiri untuk kembali berusaha menciptakan karya yang lebih keren.

10. Sumringah

Nikmati hasilnya. Kalau kamu udah punya kemampuan dan diakui masyarakat. Saatnya beraksi, tentukan target, dapatkan item, selesaikan misi. Hasil mengalir, karya berjaya, namamu tertera, kamu pun bahagia.


Oke.
Itu adalah kesepuluh tips keren dari gue, aye. Hehe. Tips abal-abal yang mungkin bisa menambah referensi dan pengetahuan. Harapannya sih gitu. Semoga ya, insya Allah, asal ada niat, ada jalan. Yahaha.

---



P.S: Untuk yang nanyain, gimana sih bikin tipografinya, gimanaaaaa....caranya gimana kaaaak..

Aduuh, itu pertanyaan yang dari dulu sampai kapanpun bikin gue pusing jawabnya. Gimana ngejelasinnya gitu lho. Gue sendiri bingung, bukannya enggak mau ngasih tau. Tapi jujur aja, itu hal yang membuatku stres berkepanjangan dan membuatku enggan menjawab pertanyaan serupa lagi. Seringnya gue abaikan, sampai-sampai dikira sombong dan sombong banget. Astaga. Aku cuman anak emak yang nggak tahu jelasin cara ‘gimana buat tipografinya’ sama ‘dedek-dedek’ yang manggil “kak” dengan seenaknya.

Sabtu, 20 Agustus 2016

A Letter to You




To: Someone who birthday on 20th
From: Someone who birthday on 20th
Subject: Draft
Message:

Hei, kamu ultah ya hari ini?
Maaf ya, aku mungkin tidak akan merayakannya. Bukan, bukannya nggak mau. Ga pengin aja. Kamu juga tau kan kenapa. Aku ingat. Tentu saja ingat. Aku nggak mungkin lupa.

Tapi dari sekian banyak teman yang kamu miliki, smartphonemu sepi. Kupikir, apa mereka benar2 temanmu, ya? Tidak ada ucapan.

E tunggu, tapi ada, satu, dua, tiga. Tiga! Dari temanmu? Kurasa dia benar2 temanmu. Karena hanya dia yang mengucapkannya. Dari sekian banyak kenalanmu, hanya dia? Kamu harus menyayanginya, ya. Kamu harus benar-benar berterima kasih.

Aaaahh! Keterlaluan. Kamu hidup selama ini hanya mempunyai tiga teman? Bodoh! Tapi setelah kupikir2, tidak masalah juga, sih. Mungkin memang satu teman yang peduli itu lebih baik daripada banyak teman tapi tidak peduli.

Selamat ulang tahun, bodoh. Kamu benar-benar bodoh. Tapi aku tetap menyayangimu walaupun kamu bodoh. Kamu harus tau itu! Mengerti?!

Salam kedinginan,
Aku

PS.: Malam ini benar-benar dingin, kamu tahu? Kamu harus tidur nyenyak, gunakan mantel dan selimutmu! Ah, kaos kakimu juga. Kakimu kan suka keluar sendiri dari selimut kalau tidur. Dasar. Besok pagi kamu harus semangat menjalani hari pertamamu diumur kepala dua. Uwaaah! Kamu sudah tua! Hahaha.
PSS.: Aku yakin besok pasti ada lagi yang mengucapkan. Haha. Lihat saja. Kamu tidak percaya? Ah, buktikan besok. Jika ada, kamu harus membuat surat terima kasih. Mengerti?! Aku yakin setidaknya kamu akan mendapatkan ucapan lagi. Percayalah.
PSSS.: Hei, siapa yang mengucapkan pertama kali? Siapa yang terakhir? Beritahu aku!